(Tentang ungkapan perasaan hati)
Pikiran : “ kenapa kau laukan itu hati?”
Pikiran : “ kenapa kau laukan itu hati?”
Hati : “entahlah, hanya itu yang ingin aku katakan” jawab hati.
“apakah aku terlalu ….Egois, emosi atau agresif”, lanjut hati.
Pikiran : “sudahlah, mungkin aku yang salah ?,
Aku tidak bisa memperhatikanmu”, lanjut pikiran.
Hati : “tidak pikiran, aku terlalu memaksakan,
Seolah aku tak sadar dengan keadaanku.
Mungkin aku benar-benar lupa dan lalai,
Dan kau menganggapku konyol kan ?” Kata hati panjang lebar.
“biarlah pikiran, apa yang telah aku katakan
Aku yang akan menanggung akibatnya
Aku telah coba melakukan yag terbaik untukku
Walau harus menghancurkan diriku
Asal aku tidak melukakan orang lain
Aku akan tetap berbahagia.
Kau telah mengingatkanku pikiran, terima kasih”
Hati menambahkan ungkapannya.
Pikiran : “hati, biarlah semuanya berjalan dengan realita
Mungkin kita harus bersikap sedikit bijak
Tidak usah terlalu berharap” Pikiran menambahkan.
Hati : “aku setuju Pikiran” sahut hati.
Lalu keduanya terdiam seolah tidak ada pembicaraan lagi.
Dan begitulah sampai keduanya terlelap dalam tidur karena kelelahan.
0 komentar:
Posting Komentar