Sabtu, 17 Desember 2011 - 0 komentar

Kesendirian

Di kesepian malam aku sendiri
Pikiran menerawang menjelajah angkasa
Ingin rasanya kubuka semua tabir gelap
Sehingga bisa kunikmati indahnya rembulan
Beserta gemerlapnya selaksa bintang

Semilir angin berhembus perlahan-lahan
Seolah tak ingin mengusikku dari lamunan
Pucuk-pucuk daun menari penuh kemesraan
Seakan tiada bosan untuk selalu menghibur
Semua gundah dan keresahan hatiku

Ketika malam semakin larut
Aku sadari akan kesenmdirianku
Semuanya memang penuh ketidakpastian
Kecuali…. Bisa kunikmati sisa hidup ini

Dengan cinta dan kasih sayang
Dimana semuanya serba tulus
Dimana semuanya serba ikhlas
Dimana semuanya penuh kerelaan
Tanpa pamrih dan pengharapan
Selengkapnya >>
- 0 komentar

Aku, Yang Tak Tahu Diri

Aku tau, 
Aku telah membuat banyak sekali luka dihatimu..
Aku sadar, 
Aku telah membuatmu lelah disampingku..
Aku pun mengerti, 
Betapa sedihnya hatimu saat aku tak menghiraukanmu..

Maafkan aku, 
Karena aku tak pernah melihat kasih sayangmu yang begitu tulus padaku..
Maafkan aku, 
Karena aku telah menyia-nyiakan dirimu..
Maafkan aku, 
Karena aku tidak pernah memikirkan sedikit pun perasaanmu..
Maafkan aku, 
Karena aku tidak pernah menghargai setiap waktu yang kamu kasih ke aku..
Maafkan aku, 
Karena aku telah membuatmu bersedih..
Dan maafkan aku, 
Karena aku begitu egois telah memaksamu untuk selalu berada di sisiku..
Ini semua salahku,
Karena aku tidak pernah sadar dengan keadaanku....
Selengkapnya >>
- 0 komentar

Dialog Pikiran dan Hati

(Tentang ungkapan perasaan hati)

Pikiran :  “ kenapa kau laukan itu hati?”

Hati : “entahlah, hanya itu yang ingin aku katakan” jawab hati.
“apakah aku terlalu ….Egois, emosi atau agresif”, lanjut hati.

Pikiran : “sudahlah, mungkin aku yang salah ?,
Aku tidak bisa memperhatikanmu”, lanjut pikiran.

Hati : “tidak pikiran, aku terlalu memaksakan,
Seolah aku tak sadar dengan keadaanku.
Mungkin aku benar-benar lupa dan lalai,
Dan kau menganggapku konyol kan ?” Kata hati panjang lebar.
“biarlah pikiran, apa yang telah aku katakan
Aku yang akan menanggung akibatnya
Aku telah coba melakukan yag terbaik untukku
Walau harus menghancurkan diriku
Asal aku tidak melukakan orang lain
Aku akan tetap berbahagia.
Kau telah mengingatkanku pikiran, terima kasih”
Hati menambahkan ungkapannya.


Pikiran : “hati, biarlah semuanya berjalan dengan realita
Mungkin kita harus bersikap sedikit bijak
Tidak usah terlalu berharap” Pikiran menambahkan.

Hati : “aku setuju Pikiran” sahut hati.

Lalu keduanya terdiam seolah tidak ada pembicaraan lagi.
Dan begitulah sampai keduanya terlelap dalam tidur karena kelelahan.
Selengkapnya >>
- 0 komentar

Kesedihan

Kini, hatiku tergores kesedihan
Ketika cinta hadirkan kepalsuan
Walau air mataku tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan

Saat-saat langkah terayun
Jarak kita pun semakin membentang
Akankah semuanya jadi terkenang
Atau hanyut terbawa gelombang
Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan
Selengkapnya >>
- 0 komentar

Perjalanan Ini

Saat hujan semakin deras
Kususuri jalan selangkah demi selangkah
Kuraba bajuku yang sudah kuyup
Serasa dingin udara menusuk

Sebentar kutoleh kebelakang
Terlihat jelas roda sejarah membentang
Angin kencang...
Percikan hujan...
Halilintar...

Semuanya adalah terpaan kehidupan
Aku berharap reda kan tiba
Terang kan menjelma
Menjadikan hidup penuh makna
Selengkapnya >>
- 0 komentar

Hati ini bicara

Hari demi hari terus berjalan
Pergantian waktupun tidak dapat dielakan
Perubahan adalah sebuah realitas yang harus dihadapi
Sebagai konsekwensi atas akhir dari setiap langkah
Keyakinan hidup merupakan acuan dalam melangkah
Sebagai tujuan dalam menjalani hidup
Menuju sebuah wujud misteri
‘Cita-cita’
Merenungkan kembali tentang keyakinan hidup
Tentang cita-cita yang tergantung di angkasa
Katakanlah Aku bisa untuk meraihnya
Aku bisa untuk menjalaninya
Menggapai semuanya
Selengkapnya >>
- 0 komentar

Kesendirian

Di kesepian malam aku sendiri
Pikiran menerawang menjelajah angkasa
Ingin rasanya kubuka semua tabir gelap
Sehingga bisa kunikmati indahnya rembulan
Beserta gemerlapnya selaksa bintang

Semilir angin berhembus perlahan-lahan
Seolah tak ingin mengusikku dari lamunan
Pucuk-pucuk daun menari penuh kemesraan
Seakan tiada bosan untuk selalu menghibur
Semua gundah dan keresahan hatiku

Ketika malam semakin larut
Aku sadari akan kesenmdirianku
Semuanya memang penuh ketidakpastian
Kecuali…. Bisa kunikmati sisa hidup ini

Dengan cinta dan kasih sayang
Dimana semuanya serba tulus
Dimana semuanya serba ikhlas
Dimana semuanya penuh kerelaan
Tanpa pamrih dan pengharapan
Selengkapnya >>
- 0 komentar

Aku harus tetap tegar berdiri

Saat malam mulai larut
Suasanapun semakin senyap
Aku terbujur dalam kekakuan
Karena hati terpasung dalam kesepian
 
Kesedihan dengan kesendirian
Seakan menggugurkan sejuta harapan
Sepinya malam berlalu sudah
Pagi datang mengawali hari baru
 
Aku terbangun dari panjangnya malam
Perlahan aku bergerak,
Berdiri dan kubuka jendela
Tersiratlah cahaya mentari pagi menyinari……
Menghempaskan semua khayalan kepahitan
 
Memang, Aku harus tetap tegar berdiri
Songsong hari yang baru
Sambut dengan sesuatu yang indah
Wujudkan misteri cita dan cinta
Selengkapnya >>